Landasan Filososfis BK
LANDASAN FILOSOFIS BIMBINGAN & KONSELING
Kata Filosofis
atau Filsafat berasal dari bahasa yunani yaitu filo dan Sofia. Filo berarti Cinta dan Sofia
berarti Hikmah atau kebijaksanaan. Jadi Filosofis adalah cinta kepada
kebijaksanaan atau hikmah atau dengan kata lain ingin mengerti segala sesuatu
dengan mendalam. Berarti landasan filosofis bimbingan dan konseling adalah
asumsi filosofis yang dijadikan titik tolak dalam rangka studi dan praktek
bimbingan dan konseling.
Landasan
filosofis merupakan landasan yang dapat memberikan arahan dan pemahaman secara
khususdalam melaksanakan setiap kegiatan bimbingan dan konseling. Landasan
filososfis dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling cenderung berkenaan dengan
pertanyaan-pertanyaan filosofis tentang hakikat manusia. Tanpa memahami
filsafat tentang manusia, pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling akan
menjadi tidak optimal hasilnya. Oleh karena itu, setiap pelaksana layanan
bimbingan dan konseling harus memperhatikan landasan filososfis secara
sungguh-sungguh.
Prayitno (2003) memberikan
gambaran tentang hakikat manusia yang harus diketahui oleh setiap pelaksana
layanan bimbingan dan konseling (baik untuk guru BK maupun untuk guru mata
pelajaran,) yaitu ;
a.
Manusia
adalah makhluk rasional yang mampu berpikir dan mempergunakan ilmu untuk
meningkatkan perkembangan dirinya.
b.
Manusia
dapat belajar mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya apabila dia berusaha memanfaatkan
kemampuan-kemampuan yang ada pada dirinya.
c.
Manusia
berusaha terus menerus mengembangkan dan menjadikan dirinya sendiri, khususnya
melalui pendidikan.
d.
Manusia
dilahirkan dengan potensi untuk menjadi baik dan buruk. Hidup berarti upaya
untuk mewujudkan kebaikan dan menghindarkan atau setidak-tidaknya mengontrol
keburukan.
e.
Manusia
memiliki dimensi fisik, psikologis dan spiritual yang harus dikaji secara
mendalam.
f.
Manusia
akan menjalani tugas-tugas kehidupannya. Kebahagiaan manusia terwujud melalui
pemenuhan tugas-tugas kehidupannya sendiri.
g.
Manusia
adalah unik, dalam arti manusia itu mengarahkan ehidupannya sendiri
h.
Manusia
adalah bebas merdeka dalam berbagai keterbatasannya untuk membuat
pilihan-pilihan yang menyangkut perikehidupannya sendiri. Kebebasan ini
memungkinkan manusia berubah dan menentukan siapa sebenarnya diri manusia itu
dan akan menjadi apa manusia itu.
i.
Manusia
pada hakikatnya positif, yang ada pada setiap saat dan dalam suasana apapun
manusia berada dalam keadaan terbaik untuk menjadi sadar dan berkemampuan untuk
melakukan sesuatu.
Dengan memahami
hakikat manusia tersebut, setiap upaya bimbingan dan konseling diharapkan tidak
menyimpang dari hakikat tentang manusia itu sendiri. Seorang onselor dalam
berinteraksi dengan kliennya harus mampu melihat dan memperlakukan kliennya
sebagai sosok utuh manusia dengan berbagai dimensi dan keunikannya.
Bagi bangsa
Indonesia yang menjadi landasan filosofis bimbingan dan konseling adalah
pancasila, yang nilai-nilainya sesuai dengan fitrah manusia itu sendiri sebagai
makhluk Tuhan yang bermartabat.
Comments
Post a Comment